CetakPro - Kelola Percetakan Tanpa Ribet
Order
Produksi
Keuangan
Pelanggan
Invoice

CetakPro adalah platform manajemen bisnis percetakan #1 di Indonesia: kelola order, produksi, keuangan, dan pelanggan dalam satu aplikasi.

Kelola Percetakan Tanpa Ribet, Dari Order Sampai Pembayaran

CetakPro adalah aplikasi manajemen percetakan digital yang membantu Anda mengatur order, produksi, dan keuangan dalam satu sistem terpadu—tanpa Excel, tanpa catatan manual, tanpa kebingungan.

Siapa yang bikin CetakPro?

CetakPro dibuat oleh Tendi Rahmat.

Tendi Rahmat bukan sekadar pengamat. Beliau pelaku langsung di dunia percetakan, aktif di komunitas, dan memahami problem operasional dari dapur produksi sampai meja kasir.

Pengalaman Tendi Rahmat (Experience)

Tendi Rahmat adalah salah satu dari banyak pebisnis percetakan yang aktif di Facebook, bukan sekadar pengamat, tapi pelaku langsung di lapangan.

Beliau pernah membuat dan mengelola salah satu grup percetakan terbesar di Tasikmalaya.

Tidak hanya itu, beliau juga merupakan owner dari KBP (Komunitas Bisnis Percetakan), sebuah komunitas yang pada masanya memiliki lebih dari 4000 anggota aktif.

Dari komunitas inilah, beliau melihat langsung berbagai masalah nyata yang dialami pelaku percetakan dari berbagai skala.

Berawal dari pengalaman nyata di dunia percetakan

Lebih dari 20 tahun menjalankan bisnis percetakan, Tendi Rahmat mengalami sendiri bagaimana operasional berjalan setiap hari.

Order dicatat manual. Chat pelanggan menumpuk. Produksi sering tidak sinkron. Pembayaran tidak selalu jelas.

Dan masalah itu bukan hanya terjadi di satu tempat. Hampir semua percetakan mengalami hal yang sama.

Sudah coba berbagai software, tapi tidak cocok

Untuk mengatasi masalah tersebut, Tendi Rahmat tidak langsung membuat sistem sendiri.

Beliau sudah mencoba berbagai aplikasi akuntansi dan sistem yang umum digunakan:

  • iBilling
  • Invoice Temple
  • Ketoko
  • Jurnal / Accurate / dan lainnya

Secara fitur, semuanya bagus. Tapi ada satu masalah besar: tidak ada yang benar-benar cocok untuk alur kerja percetakan.

Karena percetakan bukan sekadar jual beli—di dalamnya ada proses desain, produksi, finishing, dan alur kerja yang kompleks.

Masalahnya bukan di software, tapi di kesesuaian sistem

Menggunakan software yang tidak sesuai justru menambah kerumitan:

  • Harus input data berulang
  • Alur kerja tidak nyambung
  • Pencatatan keuangan jadi membingungkan
  • Produksi tetap harus dicatat manual

Akhirnya, bukannya membantu, malah menambah pekerjaan.

Titik balik: harus ada sistem khusus percetakan

Dari situ muncul kesadaran: percetakan membutuhkan sistem sendiri. Bukan sistem umum yang dipaksakan. Tapi sistem yang memang dibuat untuk alur kerja percetakan.

Lahirnya CetakPro

Untuk menghindari berbagai kerumitan dalam pencatatan dan operasional, Tendi Rahmat bersama tim akhirnya membangun sebuah sistem sendiri. Sebuah aplikasi yang menyatukan:

  • Order
  • Desain
  • Produksi
  • Invoice
  • Keuangan

Sistem itu diberi nama: CetakPro.

Apa itu CetakPro? (Expertise)

CetakPro adalah sistem digital yang digunakan untuk:

  • Mengelola order percetakan
  • Mengatur desain dan produksi
  • Mencatat pembayaran dan invoice
  • Melihat laporan bisnis secara real-time

Semua dalam satu platform.

Bagaimana cara kerjanya?

1) Order masuk

Input order dengan cepat, data pelanggan tersimpan rapi, dan tim bisa memantau status pekerjaan.

2) Proses desain

Antrian desain jelas, assign designer, approval dan revisi terstruktur.

3) Produksi

Tracking produksi real-time dengan status yang jelas dari awal sampai finishing.

4) Serah terima

Order siap diambil dengan status yang mudah dipahami oleh tim.

5) Pembayaran & invoice

Status pembayaran otomatis, invoice profesional, bisa langsung kirim ke pelanggan.

Kenapa sistem seperti ini penting untuk percetakan?

Karena tanpa sistem, bisnis akan terus bergantung pada ingatan dan kebiasaan. Dengan sistem:

  • Kesalahan pencatatan berkurang
  • Proses order lebih cepat
  • Koordinasi tim lebih jelas
  • Status pekerjaan bisa dipantau kapan saja
  • Kondisi bisnis lebih mudah dikontrol

Bagaimana kami menjaga kualitas (Authoritativeness & Trust)

Standar data biar tim konsisten

CetakPro memakai konsep master data untuk hal-hal yang sering jadi sumber error: unit/satuan, kategori, warna, bahan, ukuran, dan data vendor/supplier (sesuai modul yang digunakan). Tujuannya sederhana: input tidak “sembarangan” dan data tidak mudah kacau.

Contoh kasus: kalau produk Anda banyak (mis. 130 item), cara paling aman adalah buat standar dulu (kategori/unit), lalu input massal pakai template import. Setelah itu, penambahan produk baru jadi jauh lebih cepat.

Transparan soal batas paket

Batas anggota tim mengikuti aturan paket terbaru: Free = 1, Starter = 1, Pro = 5, Business = 10.

Pengalaman pakai yang rapi

Aksi penting memakai dialog konfirmasi in-app dan notifikasi toast, supaya alur kerja terasa profesional dan tidak mengganggu.

Siapa yang cocok menggunakan CetakPro?

  • Percetakan digital
  • Print shop
  • Studio desain yang menerima cetak
  • Percetakan offset skala kecil–menengah

Baik yang baru mulai, maupun yang sudah berjalan bertahun-tahun.

Kesimpulan

Masalah terbesar percetakan bukan di mesin. Tapi di sistem.

CetakPro membantu Anda mengelola bisnis dengan lebih rapi, lebih cepat, dan lebih terkontrol.

Coba CetakPro

Jika Anda ingin menjalankan percetakan tanpa ribet, tanpa catatan manual, dan tanpa kehilangan kontrol bisnis, sekarang saatnya beralih ke sistem yang memang dibuat khusus untuk percetakan.

Mulai sekarang:

Buka cetakpro.id Login ke my.cetakpro.id

Untuk pengguna yang sudah punya akun, masuk ke dashboard di my.cetakpro.id.